Minggu, 02 Agustus 2020

HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ASIA TIMUR

ISU EKONOMI TAIWAN : TAIWAN SEBAGAI LOKASI STRATEGIS JALUR PERDAGANGAN

Dalam forum global, Taiwan yang merupakan sebuah entitas ekonomi nonnegara di Asia Timur yang menguasai kepulauan Taiwan beribu kota Taipei ini masih diklaim sebagai wilayah kekuasaan Republik Rakyat Tiongkok atau China karena beberapa alasan. Jika mengenal Isu Taiwan lebih jauh, secara historis koneksi Taiwan dengan Tiongkok Daratan berawal saat wilayah ini ditemukan ketika periode Three Kingdom. Pada era Dinasti Song, Tiongkok banyak melakukan kerjasama perdaganan dengan jepang dan negara-negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah sampai akhirnya situasi terbalik pada era Dinasti Ming yang menarik para pejabatnya dan membuat jarak dengan Taiwan dengan menghentikan aktivitas maritim di wilayah itu. Taiwan tidak terlepas dari sejarah panjang dengan Tiongkok terkait masalah perdebatan kedaulatan negara. Perang saudara dalam konteks politik dan ideologi tidak dapat terelakkan antara Taiwan dan Tiongkok, akibatnya rakyat Taiwan terbagi menjadi dua kubu, yakni pro-Tiongkok yang ingin menjalin kerjasama lebih baik, dan pro-kemerdekaan.

Meskipun begitu, dilihat dari bukti perekonomian Taiwan yang sedang di puncak adalah bukti kerjasama ekonomi antara Taiwan-Tiongkok berjalan dengan baik, itulah salah satu alasan mengapa Taiwan juga turut andil dalam memajukan perekonomian di negaranya maupun kawasannya. Perjanjian kerjasama yang menuntun Taiwan menjadi tempat kepentingan paling strategis global dibidang teknologi tinggi dan ekonomi adalah perjanjian antara Taiwan-Tiongkok yang dinamakan Economic Cooperation Framework Agreement diawali pada era terpilihnya presiden Taiwan Ma ying-jeon pada 20 mei 2008 dengan tujuan memulihkan hubungan dan mengatasi ketegangan antara Taiwan-Tiongkok yang selama ini memanas. Tidak hanya itu, tujuan lain menjalin kerjasama ECFA adalah karena presiden Ma ying-jeong yakin perjanjian ini akan menguntungkan petani Taiwan selatan. Salah satu wujud upaya lainnya dalam meningkatkan kemajuan perekonomian Taiwan adalah pada Juni 2013 di Shanghai, Taiwan menandatangani kebijakan Cross-Strait Service Trade Agreement yang berisi perjanjian meribelarisasikan perdagangan berbagai sektor, dengan arti lain Taiwan-Tiongkok membiarkan dan membuka investasi asing yang kemungkinan secara bebas melintasi Selat Taiwan yang dinilai sakral bagi rakyat pro-kemerdekaan di Taiwan.

Terlepas dari kerjasama ekonomi antara Taiwan-Tiongkok yang semakin terikat, kenyataan bahwa keinginan merdeka bagi para rakyat pro-kemerdekaan malah semakin memuncak. Tiongkok memang memiliki keterkaitan historis dengan Taiwan, namun Taiwan tidak merasa bahwa dirinya adalah bagian dari Tiongkok karena disintergarsi yang sempat dialami Taiwan. Alih-alih mengurus rakyat dengan baik, pemerintah yang saat itu telah merebut kembali Taiwan dari Jepang malah sibuk perang saudara dengan kaum komunis. Membicarakan Jepang yang pernah menguasai Taiwan selma kurang lebih 50 tahun, dari era Dinasti Ming, Taiwan sudah dikuasai oleh Belanda yang memanfaatkan Taiwan sebagai basis pasarnya untuk mempertemukan pedagang dari negaranya dengan pedagang China dan Jepang, begitu pula dengan Jepang yang memanfaatkan Taiwan sebagai basis militer untuk mengirimkan pasukannya ke Asia Tenggara dan Taiwan sebagai basis untuk melancarkan penyerangan ke wilayah tenggara Tiongkok. Dilihat dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Taiwan adalah wilayah strategis yang pantas diperebutkan dalam kompetensi internasional, oleh karena itu Tiongkok enggan melepaskan Taiwan karena wilayah tersebut dinilai penting kedudukannya bagi sektor ekonomi dan keamanan Tiongkok. Dengan adanya ECFA dan CSSTA, Tiongkok dapat mencegah kemerdekaan Taiwan karena hubungan kerjasama keduanya yang semakin saling ketergantungan ekonomi satu sama lain. Disisi lain peran AS yang membantu menyalurkan kekuatan ekonomi dan militer ke wilayah Taiwan membuat wilayah itu semakin mendapatkan harapan kemerdekaan karena aktor global seperti mendukungnya, bahkan sampai ketergantungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STUDI EKONOMI POLITIK NEGARA BERKEMBANG

Localizing Sustainable Development Goals di Kabupaten Garut Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Ekonomi Politik di Negara Berkemb...