Minggu, 02 Agustus 2020

HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ASIA TIMUR

KONFLIK SELAT TAIWAN

Selat Taiwan merupakan selat pemisah antara Tiongkok dan Taiwan yang juga merupakan saksi bisu konflik Tiongkok dan Taiwan yang berlangsung sejak tahun 1949 dimana Taiwan ingin memisakan diri dari Tiongkok. Krisis selat Taiwan dimulai pada tahun 1954 saat Tiongkok menguasai kepulauan Yijiangshan, krisis selat Taiwan ini berlangsung sampai tiga periode. Periode pertama terjadi pada tahun 1954-1955 saat Tiongkok memaksa Republik Tiongkok meninggalkan pulau Tachen. Periode kedua terjadi pada tahun 1958 dimana saat itu Tiongkok menyerang kepulauan Matsu dan Quemoy di Selat Taiwan untuk merebut dua kepulauan tersebut dari Taiwan atau Republik Tiongkok. Periode ketiga dimulai pada tahun 1995-1996 yang di sebabkan oleh uji coba misil yang dilakukan Tiongkok di sekitar selat Taiwan sebagai peringatan terhadap Taiwan agar mengingat akan kebijakan ‘Satu China’.

Taiwan yang mempunyai kepentingan berbeda dengan Tiongkok menyebabkan konflik tidak berujung dengan Tiongkok yang tetap kekeuh dengan kebijakan ‘Satu China’ nya dan tetap mengklaim Taiwan masih bagian dari wilayahnya. Konflik krisis selat Taiwan mereda akibat keterlibatan Amerika Serikat yang juga terlibat selama tiga periode krisis selat Taiwan. AS yang memiliki hubungan kerjasama dengan kedua negara yang rentan konflik itu tidak ingin ada konfrontasi militer antara keduanya sehingga AS akhirnya menandatangani perjanjian dengan Tiongkok yang isi perjanjian tersebut salah satunya adalah AS mendukung resolusi penuh damai antara Taiwan dan Tiongkok. Isi perjanjian yang terdiri dari lima poin tersebut tentu saja lebih condong kepada Tiongkok dan AS seakan tidak lagi mendukung Taiwan akan kemerdekaannya.

Di samping perjanjian itu Tiongkok memanfaatkan celah yang AS berikan dimana Tiongkok memanfaatkan selat Taiwan sebagai jalur ekonomi dan perdagangan bukan lagi jalur konflik antara Tiongkok dan Taiwan. Meskipun dalam aspek politik, kedua negara ini masih dalam keadaan perang namun kerjasama ekonomi mengalami peningkatan yang baik. Hal tersebut dikarenakan telah dilegalkannya perdagangan dan dibukanya rute komunikasi kedua negara sehingga mengubah sudut pandang negatif masyarakat Taiwan yang menurutnya Masyarakat Tiongkok itu kelam, hal ini karena pengaruh Jepang saat menduduki Taiwan beberapa tahun sebelumnya. Tiongkok berhasil menggunakan celah tersebut untuk membuat Taiwan berketergantungan secara ekonomi terhadap tiongkok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STUDI EKONOMI POLITIK NEGARA BERKEMBANG

Localizing Sustainable Development Goals di Kabupaten Garut Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi Ekonomi Politik di Negara Berkemb...